Halaman Depan / Peluang Usaha / Budidaya Jeruk Nipis dan Bisnisnya Di Rangkum Di Sini ( Bag I )

Budidaya Jeruk Nipis dan Bisnisnya Di Rangkum Di Sini ( Bag I )

Budidaya jeruk nipis – Tanaman jeruk nipis atau Citrus aurantifolia adalah tanaman yang berbentuk perdu, dengan pohon setinggi 1,5 – 3,5 meter. Dahannya bulat dan bercabang banyak serta berduri. Kulit batang jeruk nipis berwarna hijau tua dan dipenuhi bintil – bintil kecil berkelenjar. Bentuk daun bulat telur, ujung daun agak tumpul dan bentuk kaki daun bulat. Permukaan daun atas berwarna hijau tua dan mengkilat, permukaan daun bawah berwarna hijau muda.

Budidaya jeruk nipis mempunyai banyak manfaat bagi manusia. Jeruk nipis bisa dimanfaatkan sebagai obat tradisional, bahan parfum, kosmetik, minyak astiri maupun sebagai penyedap masakan. Jeruk nipis banyak mengandung vitamin C dan B. Jenis jeruk nipis yang terkenal ada tiga jenis yaitu: Citrus aurantium subspecies dari aurantifolia var FuscaCitrus aurantium subspecies aurantifolia var Bergamia dan Citrus aurantium subspecies aurontfolia var Umetta.

Budidaya Jeruk Nipis
Jeruk Nipis

Tips Budidaya Jeruk Nipis 

Keadaan Tanah dan Iklim

Budidaya jeruk nipis dapat Anda lakukan pada berbagai jenis tanah. Antara lain jenis tanah podsolik, alluvial, latosol dan lainnya. Tanaman ini dapat tumbuh pada daerah dengan ketinggian 10 – 1000 meter di atas permukaan laut. Derajat keasaman atau pH yang pas untuk budidaya jeruk nipis ini sekitar 5 – 6. Sinar matahari sangat dibutuhkan dalam budidaya jeruk nipis. Oleh karena itu hendaknya area tanaman harus terbuka dan bebas dari naungan. Tanaman jeruk nipis akan tumbuh dengan baik pada daerah yang beriklim agak kering dengan curah hujan tipe D. Yaitu 2 – 5 bulan musim penghujan dan 6 – 9 musin kemarau/musim kering.

Bibit Tanaman Jeruk Nipis

Pada budidaya jeruk nipis, perkembang biakan jeruk nipis bisa dilakukan secara vegetatif, generatif atau gabungan dari keduanya. Perkembangan secara vegetatif bisa dengan cara cangkok. Cara ini lebih sering digunakan oleh petani jeruk nipis. Selain dengan cara cangkok, budidaya jeruk nipis bisa juga dilakukan dengan cara okulasi. Okulasi adalah cara lain yang bisa Anda gunakan untuk perbanyakan tanaman. Jeruk nipis bisa diokulasi dengan jeruk sitrun, jeruk manis dan jeruk nipis itu sendiri. Penempelan jeruk nipis sebagai batang bawah bisa dilakukan setelah tanaman berumur sekitar 16 bulan. Mata tunas okulasi hendaknya diambil dari dahan yang sudah berkayu, berumur 1 tahun dan tidak berduri. Pengokulasian hendaknya dilakukan pada musim kemarau.

Pengolahan Tanah dan Proses Penanaman.

Setelah Anda mendapatkan lokasi yang strategis untuk budidaya jeruk nipis, maka langkah selanjutnya adalah pengolahan lahan tanam. Bersihkan dari rumput dan tumbuhan pengganggu lainnya. Siapkan lubang tanam. Sebaiknya lubang tanam disiapkan 2 – 4 minggu sebelum penanaman. Ukuran lubang tanam sekitar 80 x 80 x 80 cm. Masukkan pupuk kandang atau pupuk buatan yang telah dicampur tanah ke dalam lubang tanam. Diamkan beberapa hari, kemudian tanaman jeruk nipis siap di tanam di lubang tanam. Jarak tanam yang bisa Anda gunakan adalah 5 x 5 cm sampai 6 x 6 cm. Upayakan akar tunggang dan akar lainnya tetap lurus. Leher akar ( batas antara batang dan akar ) jangan sampai terbenam. Jika ada akar yang rusak atau patah maka potonglah segera bagian tersebut. Potong menggunakan gunting atau pisau tajam. Pada bekas potongan tutuplah dengan cat putih. Tutup tanah disekeliling pohon dengan menggunakan alang – alang atau jerami.

Proses Pemupukan

Langkah budidaya jeruk nipis selanjutnya adalah pemupukan. Tanaman jeruk nipis ini memerlukan pemupukan secara teratur dan berkelanjutan. Apalagi jika Anda menanamnya pada tanah yang kurang subur. Pupuk yang bisa Anda berikan adalah pupuk buatan atau pupuk kandang. Pupuk kandang harus diberikan pada saat waktu penanaman. Sedangkan selanjutnya biasa menggunakan pupuk buatan. Misal urea, TSP dan KCL.

Untuk pemupukan awal, pupuk dasar yang digunakan adalah pupuk kandang dan pupuk fosfat. Untuk 1 lubang tanam campurlah 6 – 16 kg pupuk kandang dan 1,5 kg TSP beserta tanah. Sedangkan untuk pupuk lanjutan Anda bisa lakukan pada saat tanaman berumur 4 tahun.

Penyiangan dan Pengairan

Untuk menjaga tanaman agar tumbuh dengan maksimal dalam budidaya jeruk nipis maka diperlukan penyiangan yang rutin. Penyiangan adalah hal penting dalam budidaya jeruk nipis. Rumput dan tanaman pengganggu lainnya harus segera disingkirkan. Alat yang bisa Anda gunakan untuk penyiangan adalah cangkul ataupun golok. Selain penyiangan kebutuhan air harus Anda perhatikan juga. Tanaman jeruk nipis membutuhkan air yang cukup. Apalagi pada saat tanaman jeruk memasuki masa berbunga dan berbuah. Tanaman jeruk nipis tidak menyukai genangan air yang terlalu lama. Pada musim kemarau tanaman bisa Anda siram melalui saluran air yang telah dibuat.

Pemangkasan

Tujuan pemangkasan dalam budidaya jeruk nipis adalah membentuk tajuk pohon yang simetris. Bentuk simetis bertujuan dalam memanfaatkan sinar matahari. Fungsi lain pemangkasan adalah mengendalikan hama dan penyakit. Sejak tanaman berumur muda sebaiknya pemangkasan sudah Anda lakukan. Cara pemangkasan sederhana yang bisa Anda lakukan adalah potong batang tanaman jeruk nipis setinggi 60 cm dari atas permukaan tanah. Beberapa tunas yang tumbuh dari bekas potongan batang ini Anda pelihara dengan baik. Pemangkasan selanjutnya Anda bisa lakukan saat tanaman berusia satu tahun. Cabang – cabang primer yang sudah cukup panjang Anda pangkas hingga sekitar 20 cm panjangnya. Dari tiap cabang itu biarkan 3 – 4 tunas menjadi batang sekunder.

Panen

Panen adalah langkah penting dalam budidaya jeruk nipis. Jeruk nipis sudah mulai berbuah pada saat umur 3 tahun. Pada umur ini buah yang dihasilkan masih sedikit. Pada saat berumur 4 – 5 tahun tanaman jeruk nipis rata – rata sudah menghasilkan 20 kg buah jeruk nipis segar. Sedangkan pada tanaman jeruk nipis dewasa ( umur 6 – 15 tahun ) bisa menghasilkan  50 kg buah per pohon. Jeruk nipis sudah bisa Anda panen atau petik sekitar 7 – 8 bulan setelah berbunga. Tanda – tanda buah jeruk sudah dapat dipetik adalah kulit buah berubah dari warna kehijauan menjadi kekuning – kuningan, buah jeruk tidak terlalu keras, dan pada bagian bawahnya sudah empuk jika dipegang.

Budidaya Jeruk Nipis

Anda bisa memetik buah jeruk nipis menggunakan pisau atau gunting pangkas yang tajam. Potong tangkai buahnya sehingga masih ada sisa tangkai pada buah yang Anda petik. Letakkan buah yang sudah Anda petik ke dalam keranjang yang telah dilapisi oleh jerami atau bisa juga dengan daun pisang kering.

Setelah proses panen selesai, cuci jeruk nipis dengan air. Setelah dicuci bersih kemudian keringkan dengan kain lap halus. Pisahkan buah jeruk nipis ukuran besar dan ukuran kecil. Jika ada buah yang terserang penyakit segera dipisahkan atau dibuang. Setelah itu masukkan jeruk ke dalam peti. Jika sudah dimasukkan dalam peti, jeruk bisa langsung Anda jual atau disimpan untuk sementara waktu.

Demikian pembahasan tentang budidaya jeruk nipis. Untuk Analisis bisnis budidaya jeruk nipis akan segera kami terbitkan. Semoga bermanfaat untuk Anda. Bersambung ke Bagian II…..


Tentang Admin Web Info Agribisnis

Cek Artikel Ini Juga :

cara membuat gula merah

Tips Mudah Cara Membuat Gula Merah Dari Tanaman Aren

Cara membuat gula merah – Gula merah biasanya dibuat dari tanaman aren. Nira yang dihasilkan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *