Halaman Depan / Pertamanan / Ini Dia 2 Metode Praktis Cara Perbanyakan Bibit Bunga Krisan

Ini Dia 2 Metode Praktis Cara Perbanyakan Bibit Bunga Krisan

Bibit bunga krisan yang berkulitas sangat mempengaruhi hasil panen. Sedangkan mutu bunga yang baik akan membuat Anda mudah bersaing dipasaran. Permintaan bunga hias yang kian meningkat membuat bisnis budidaya bunga krisan menjadi usaha primadona yang mulai dilirik para pelaku bisnis. Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan teknik membuat bibit bunga krisan dengan metode yang tepat.

bibit bunga krisan image
Metode perbanyakan bibit bunga krisan

Salah satu faktor agar dapat menghasilkan kualitas bibit bunga krisan adalah dengan teknik yang tepat. Untuk mendapatkan bibit bunga krisan tersebut Anda bisa melakukan dengan cara vegetative. yaitu dengan kultur jaringan dan stek pucuk. Anda jangan menghindar dulu, karena kultur jaringan bukanlah hal yang sulit dilakukan untuk saat ini. Yang perlu Anda pahami adalah bagaimana metode dan tahapan perbanyakan krisan dengan kultur jaringan.

Untuk memberikan panduan tentang budidaya vegetative kami akan memberikan beberapa penjelasan tentang kultur jaringan dan stek pucuk untuk Anda ketahui. Diharapkan dapat membantu Anda sebagai pelaku usaha budidaya bunga krisan.

Perbanyakan Bibit Bunga Krisan dengan Metode Kultur jaringan 

Kultur jaringan adalah cara dimana untuk merangsang jaringan biji (generative), jaringan batang, tunas daun dan akar (vegetative). Caranya yaitu dengan menempatkan jaringan tersebut kedalam media semai yang Anda buat khusus.

Media semai tersebut bisa berupa bentuk padat maupun bentuk cair, dimana media sudah disterilkan terlebih dahulu agar bebas dari mikroorganisme. Kultur jaringan ini lebih efektif jika digunakan untuk pembibitan vegetative dalam hal ini untuk membuat bibit krisan.

Tahap-tahap menciptkan bibit bunga krisan dengan metode kultur jaringan adalah sebagai berikut :

1. Seleksi indukan krisan

Dalam menyeleksi indukan krisan hendaknya Anda memilih kulaitas indukan yang terbaik. Sehingga nantinya akan dihasilkan bibit bunga krisan yang berkualitas pula. Pemilihan indukan krisan yang terbaik dapat dilihat dari pertumbuhan bunganya yang cepat, mempunyai produktivitas bunga yang tinggi, tidak dalam kondisi terserang hama dan penyakit (sehat) dan banyak memiliki mata tunas.

2. Pengambilan mata tunas.

Pengambilan mata tunas hendaknya dilakukan dengan menggunakan alat yang steril. Setelah Anda mengambil mata tunas, rendam mata tunas dengan cairan sublimat 0,04 HgCL. Rendam kurang lebih 10 menit. Jika telah selesai perendaman maka bilas mata tunas dengan menggunakan air suling yang steril. Proses ini bertujuan supaya bibit bunga krisan yang dihasilkan lebih tahan dan tidak mudah terserang penyakit.

Baca Juga :

Analisis Bisnis Budidaya Krisan Dengan Penerapan Teknologi Cahaya Buatan

3. Eksplan (penempatan mata tunas pada media)

Disini kami akan menjelaskan penempatan mata tunas pada media padat. Untuk membuat media padat maka siapkan medium MS padat yang dicampur dengan 150ml air kelapa per liter, 0,5 mg NAA perliter, 1,5 mg kinetin per liter, kedalam media yang telah disterilkan. Setelah pembuatan media selesai maka langkah selanjutnya adalah dengan memasukkan mata tunas ke dalam media. Mata tunas akan mulai berakar sekitar 26 – 30 hari setelah diletakkan ke dalam media. Tunas akan tumbuh menjadi bibit bunga krisan setelah tiga hari mulai tumbuh akar.

4. Penyemaian bibit bunga krisan.

Pindahkan tunas jika sudah siap (jika mata tunas sudah mulai berakar dan bertunas dalam media), siapkan media persemaian dengan menggunakan media pasir yang telah disterilkan. Sesuaikan kedalaman tanam dengan ukuran bibit bunga krisan. Tutup media semai yang telah ditanami bibit bunga krisan dengan menggunakan plastik bening.

Gunakan cahaya lampu dan tempatkan pada tempat yang terbebas dari mikroorganisme. Jika akan pindah tanam ke kebun, maka buka tutup plastik pada sore dan malam hari selama 1 – 2 hari sebelum pindah tanam.Pindah tanam dikebun, bibit sudah siap dipindahkan jika mempunyai tinggi kurang lebih 9cm, dan daun telah tumbuh sekitar 4 – 5 helai.

Perbanyakan Bibit Bunga Krisan Dengan Metode Stek Pucuk

Stek adalah salah satu cara perbanyakan tanaman dengan menggunakan bagian tanaman. Caranya adalah dengan memotong bagian dari tanaman induk yang berupa cabang, pucuk atau batang. Sedangkan stek pucuk adalah perbanyakan tanaman dengan menggunakan pucuk tanaman induk. Pilihlah tanaman induk yang berkualitas. Berikut tahapan stek pucuk pada tanaman krisan :

1. Menyeleksi tanaman induk.

Sebelum melakukan penyetekan hendaknya Anda memilih tanaman indukan yang berkualitas. Seperti halnya pembentukan bibit bunga krisan dengan kultur jaringan. Tanaman indukan yang berkualitas adalah tanaman yang produktif menghasilkan bunga, dan dalam keadaan sehat (tidak terserang penyakit).

2. Menyeleksi pucuk Sebagai bibit bunga krisan utama.

Setelah Anda mendapatkan induk yang berkualitas, maka selanjutnya Anda memilih pucuk dari tanaman indukan pilihan tersebut. Ciri pucuk yang baik untuk dijadikan bibit bunga krisan adalah yang mempunyai kurang lebih 4 helai daun dewasa. Dengan warna hijau yang cerah dan memiliki ukuran pangkal kurang lebih 4mm.

3. Pemotongan pucuk

Pemotongan bagian calon bibit bunga krisan dengan menggunakan pisau atau silet yang steril dan tajam. Ukuran panjang pucuk yang dipotong sekitar kurang lebih 7cm. Setelah pucuk dipotong lakukan pencopotan / petik daun pada seluruh pucuk.

Ini dimaksudkan untuk mengurangi terjadinya penguapan berlebih. Setelah itu, rendam pucuk yang ingin dijadikan akar dedalam ZPT ( zat pengatur tumbuh), rendam selama kurang lebih 5 menit. Fungsi menggunakan ZPT agar merangsang pertumbuhan akar.

4. Persemaian pucuk stek.

Setelah proses pemotongan pucuk dan proses perendaman pucuk selesai, maka saatnya proses persemaian dilakukan. Siapkan dulu media tanam yang steril, bisa berupa pasir. Masukkan media tanam kedalam polybag atau pot. Jika menggunakan polybag maka jangan lupa untuk memberikan lubang, agar air tidak berlebihan terampung di polibang, dimana itu akan membuat bibit bunga krisan menjadi busuk.

Setelah media semai dibuat, maka tanam pucuk stek kedalam media. Tanam sekitar kurang lebih sepertiga dari panjang ukuran pucuk. Tutup dengan plastick bening dan tempatkan dalam ruangan. Gunakan lampu sebagai tambahan agar membantu proses perkembangannya.

Untuk perawatan, Anda dapat menyiram bibit bunga krisan tresebut dengan menggunakan spayer tangan. Lakukan penyiraman sebanyak 2 kali. Pagi dan sore hari. Jika pucuk terserang hama atau penyakit, lakukan penyemprotan dengan pestisida. 

5. Pindah tanam bibit bunga krisan.

Pemindahan bibit bunga krisan hasil stek pucuk dapat Anda lakukan setelah 13 hari dari waktu persemaian. dengan mengamati pertumbuhan tunas dari hasil stek pucuk yang telah disemai tersebut.

Itulah 2 cara yang bisa Anda gunakan dalam perbanyakan bibit bunga krisan, cukup mudah dilakukan bukan. Tentunya untuk menghasilkan kualitas bunga krisan dengan mutu terbaik, maka Anda perlu mengusahakanya dengan bibit bunga krisan berkualitas juga.

Tentang admin-infoagribisnis

Cek Artikel Ini Juga :

tanaman palem

Ragam Jenis Tanaman Palem Dan Tips Budidaya Tanaman Palem

Tanaman palem merupakan tanaman hias kosmopolitan. Keberadaan palem bisa dijumpai pada seluruh daerah Indonesia. Palem …

Satu komentar

  1. cara cepat membuat pupuk organik

Perbanyakan Bibit Bunga Krisan Dengan 2 Metode Praktis


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Perbanyakan Bibit Bunga Krisan Dengan 2 Metode Praktis