Halaman Depan / Pertanian / Cara Praktis Membuat Pestisida Organik

Cara Praktis Membuat Pestisida Organik

gamabar pestisida organik image
gambar pestisida organik

Pestisida organik adalah sejenis pestisida yang dibuat dari bahan tanaman atau tumbuh-tubuhan. Pestisida organik berfungsi untuk mengendalikan hama serta penyakit pada tanaman. Pestisida merupakan  sarana produksi yang  paling penting untuk petani.  Karena bermanfaat untuk mengendalikan berkembangbiakan hama serta penyakit yang dapat menghambat produktifitas tanaman.

Saat ini, penggunaan pestisida organik oleh petani,  tergolong masih sangat minim. Biasanya petani lebih condong menyukai pengunaan pestisida kimia dibanding membuat pestisida organik, karena lebih cepat dan praktis. Perlu dipahami penggunaan pestisida kimia secara terus-menerus tentunya memiliki dampak negatif.

Cara pembuatan pestisida organik sebenarnya cukup mudah. Anda bisa memanfaatkan bahan-bahan disekitar lingkungan rumah Anda. Lengkuas, kunyit, lada, daun tembakau dan bawang putih yang selalu tersedia di dapur pun bisa Anda manfaatkan. Sebelum membahas cara pembuatan pestisida organik, Anda harus tahu dulu apa peyebab dari munculnya hama dan penyakit pada tanaman.

Fator-Faktor Penyebab Munculnya Hama dan Penyakit Tanaman

  1. Faktor tanaman
  2. Faktor iklim
  3. Faktor lahan
  4. Faktor cara bercocok tanam
  5. Faktor pola tanaman dalam satu hamparan

Faktor tanaman

Jika tanaman Anda kondisinya kurang gizi, maka tanaman tersebut mudah diserang oleh penyakit apa saja, karena  daya tahan tanaman lemah. Oleh karena itu untuk mencegahnya tanaman harus dalam kondisi cukup gizi (unsur makro dan mikro) demikian juga sifat tanaman perlu Anda pahami. Jika tanaman Anda memerlukan sinar matahari penuh, lahan kita tidak boleh teduh.

Tanaman padi sawah varietas baru tahan wereng tidak baik ditanam dibawah tegakan pohon, namun padi lokal gogo, cukup baik ditanam dibawah tegakan. Jika salah satu prasyarat tanaman tidak Anda penuhi, tanaman menjadi kurang tahan penyakit. Sebaiknya Anda mengunakan variatas lokal, karena biasanya lebih sesuai dengan kondisi setempat dibanding varietas hibrida.

Faktor Iklim

Iklim sangat berpengaruh pada tanaman Anda. Cabe merah kriting misalnya tidak tahan pada hujan. Cabe ini sangat baik bila ditanam di musim kemarau. Semangka dan melon tidak boleh kena hujan saat hampir tua, karena kadar air buah akan meningkat dan menyebabkan pecah. Musim hujan juga rawan serangan cacing pada akar maupun batang tanaman tomat.

Berbagai  tanaman memiliki kecocokan tertentu pada musim. Oleh karena perlu dipikirkan kesesuaian tanaman dengan musimnya (orang jawa biasanya sudah faham betul tentang oranata mongso)

Faktor Lahan

Lahan yang memiliki tanah mudah meneruskan air cocok dengan tanaman yang tidak senang jumlah air banyak. Setiap lahan sebaiknya mudah mengalirkan air yang berlebihan, kecuali untuk sawah. Untuk tanaman sayuran , lahan harus mudah dikeringkan, jika tidak maka tanaman sayuran akan mudah terserang penyakit.

Faktor Cara Bercocok Tanam

Jika cara bercocok tanamnya mono kultur (tanaman tunggal) maka lebih rentan terserang penyakit dan hama dibanding dengan bercocok tanam dengan cara tumpang sari. Dengan tumpang-sari, tanaman mempertahankan diri dari serangan hama dan penyakit karena setiap tanaman mampu menolak penyakit atau tidak disukai tanaman, sehingga tanaman lain terlindungi. Oleh karena itu perlu direncanakan tanaman yang saling menguntungkan dan melindungi.

Faktor Pola Tanaman dalam Satu Hamparan

Jika dalam satu hamparan terdapat beberapa jenis tanaman berbeda juga membantu mengurangi serangan hama dan penyakit, oleh karena itu kekompakan petani dalam satu wilayah sangat dibutuhkan untuk mengurangi serangan hama dan penyakit.

Selain kondisi tersebut , serangan hama dan penyakit sangat dipengaruhi oleh cara kita bercocok tanam. Jika kita rajin memperhatikan tanaman kita, sebelum terjadi serangan kita sudah mengetahui, maka sebelum terlambat sudah dapat diatasi lebih mudah.

Misalnya serangan ulat grayak didahului oleh banyaknya kupu di lahan. Jika Anda mengetahui ini, maka segeralah mengurangi jumlah kupu itu dengan cara menjebaknya.

Menangani hama dan penyakit tidak harus dengan pestisida. Kita bisa mengatasi dengan mencegahnya atau mengendalikan secara dini sebelum serangan meluas. Misalnya jika terdapat banyak kupu, maka pasanglah lampu pada malam hari yang ditaruh didalam baskom yang berisi minyak kelapa dicampur minyak tanah.

Dengan cara ini kupu yang ada tertarik dengan lampu dan terbang mengitari lampu dan bila jatuh kedalam baskom kupu atau serangga lain akan mati. Maka kupu dan serangga lain tidak sempat menjadi ulat yang menyerang tanaman Anda. Menjaga kesehatan tanaman lebih baik dari pada mengobati.

3 Cara Pembuatan Pestisida Organik

1. Pestisida organik untuk pengendali ulat pemakan daun

Bahan: air kelapa 2 liter, ragi tape 1 butir, bawang putih 4 ons, deterjen 0,5 ons dan kapur tohor 4 ons.

Langkah pembuatan pestisida organik :

Tumbuk bawang putih hingga halus. Kemudian larutkan deterjen kedalam air kelapa dan aduk hingga merata. Setelah itu, masukan hasil tumbukan bawang putih, ragi tape dan kapur tohor. Saring campuran tersebut dengan kain halus. Langkah terakhir, fermentasikan cairan selama 20 hari dalam wadah tertutup. Pestisida organik pengusir ulat daun siap digunakan.

Cara pengunaan pestisida organik: yaitu encerkan larutan pestisida organik sebanyak 500 ml dengan 10 liter air bersih. Aduk hingga rata dan masukkan dalam tangki penyemprot. Frekuensi penggunaan sebanyak 2 kali seminggu, lakukan terus sampai serangan ulat menurun sampai taraf aman.

gambar hama ulat pemakan daun image
gambar hama ulat pemakan daun

2. Pestisida organik untuk hama kepik (kutu-kutuan)

Bahan :  Daun surian 1 kg, daun tembakau 1kg, daun lagundi 1 kg, daun titonia 1 kg, air kelapa sebanyak 2 liter, gambir 0,5 ons, garam dapur 1 ons dan air panas 500 ml.

Langkah pembuatan pestisida organik :

Tumbuk daun tembakau, daun surian daun lagundi dan daun titania, aduk hingga rata. Apabila sudah lembut, rendam dalam air kelapa dan aduk-aduk. Kemudian ekstrak campuran tersebut dengan cara diperas dengan kain. Saring kembali hasil perasan dan tambahkan garam lalu kocek larutan.

Siapkan cairan gambir dengan cara melarutkan setengah ons gambir dalam 500 ml air panas, lalu saring dengan kain halus. Langkah terakhir campurkan larutan daun-daunan dan larutan gambir. Masukkan dalam botol atau jerigen plastik. Ramuan pestisida organik siap untuk digunakan.

Cara menggunakan pestisida organik ini adalah dengan mengencerkan 500 ml larutan dalam 10 liter air bersih. Aduk hingga rata dan masukkan dalam tangki penyemprot. Lakukan penyemprotan pada pucuk tanaman terlebih dahulu kemudian permukaan atas dan bawah daun. Frekuensi penyemprotan dianjurkan dua kali seminggu hingga populasi larva atau kutu berkurang dan tidak membahayakan lagi.

gambar tanaman diserang kutu-kutuan/kepik image
gambar tanaman diserang kutu-kutuan/kepik
gambar tanaman diserang kutu-kutuan/kepik 2 image
gambar tanaman diserang kutu-kutuan/kepik 2

3. Pestisida organik untuk penyakit cendawan atau jamur

Bahan : Daun dakinggang gajah 5 ons, lengkuas 3 ons, jahe 3 ons, bawang putih 3 ons dan ekstrak titonia 3 liter.

Langkah pembuatan pestisida organik :

Tumbuk daun galinggang gajah, kemudian parut jahe dan lengkuas. Siapkan larutan daun titonia dengan cara menumbuk daun titonia hingga halus dan campurkan dengan 3 liter air, kemudian saring dengan kain halus.

Masukkan bahan-bahan yang telah ditumbuk dan diparut ke dalam larutan titonia, aduk hingga merata. Saring dan peras campuran tersebut. Pestisida organik pengendali cendawan atau jamur siap digunakan.

Penggunaan pestisida organik ini dengan, diencerkan 500 ml pestisida organik ini dengan 10 liter air, aduk hingga rata dan masukkan kedalam tangki semprotan. Penyemprotan dilakuan pada seluruh bagian tanaman seperti pucuk, daun dan batang. Frekuensi penggunaan yang dianjurkan 2 kali dalam seminggu hingga serangan melemah.

(sumber : Sentot Burhanudin I -teknologi praktis untuk petani mandiri, & dikutip dari http://alamtani.com)

gambar penyakit jamur tanaman image
gambar penyakit jamur tanaman

Pengunaan pestisida organik aman untuk menjaga kesetabilan ekosistem, dengan mengendalikan hama dan penyakit tanpa merusak musuh alami (predator). Demikian artikel kami tentang pembuatan pestisida organik atau pestisida alami,

Semoga dapat menjadi Ispirasi Anda. Jika ada pendapat? Silakan berikan saran dan masukan anda di kolom komentar. Inspirasi bertani lainya kunjungi di www.infoagribisnis.com

Tentang admin-infoagribisnis

Cek Artikel Ini Juga :

fungisida organik

Langkah Mudah Cara Membuat Fungisida Organik – Baca Di sini

Fungisida organik – Bercocok tanam atau bertani saat ini telah menjadi lahan bisnis yang mempunyai …

4 komentar

  1. Wah, mantabs artikelnya mas… sukses selalu

  2. Ada pelatihannya nggak pak? Kapan?

pestisida organik


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

pestisida organik